Setelah tertunda beberapa waktu alasannya adalah kesibukan ini dan itu, kesudahannya daftar ini selesai juga dibentuk. Karena alasan yang sama pula, beberapa judul terlewat, mirip The Art of Self-Defense, The Boy Who Harnessed the Wind, Klaus, I Lost My Body, Atlantics, dan lain-lain. Seperti sudah dimulai sejak tahun lalu, di daftar ini saya hanya memasukkan film-film yang dirilis secara legal (bioskop, layanan streaming, pekan raya).
Dan seperti biasa, aku tegaskan bahwa daftar ini bersifat personal, jauh lebih personal ketimbang review. Semakin tinggi peringkatnya, berarti suatu film paling meninggalkan kesan, atau terkait kuat dengan pengalaman/kehidupan aku.
Makara ini dia 20 FILM INTERNASIONAL TERBAIK 2019 versi Movfreak.
20. THE TWO POPES
Apa pun agamamu, ada nilai penting yang mampu dipetik dari sini, khususnya menilik tingginya konflik berlandaskan religiusitas di negeri ini. Tatkala dua pemuka agama berseberangan ideologi (yang ternyata tak sesempurna itu) bertemu, demi kemanusiaan dan umat, perbedaan bersedia mereka kesampingkan.
19. DRAGON BALL SUPER: BROLY
Nyaris tanpa alur dan didominasi baku hantam serta tubruk jurus yang menggetarkan dunia. Justru karena itu, bagi penggemar mirip saya, installment terbaru ini yakni film Dragon Ball harapan. Ditambah lagi gelaran visualnya berkreativitas tinggi. Akhirnya kekuatan dahsyat bangsa Saiya dapat terwakili.
18. BADLA
Remake dari film Spanyol The Invisible Guest (2017) ini tak kalah asyik dari film aslinya. Wawancara sekaligus investigasi yang menghadirkan teka-teki, aksi tebak-tebakan yang bermuara pada kejutan-kejutan. Seru!
17. MIDSOMMAR
Belum semengerikan Hereditary, namun Ari Aster makin memantapkan namanya sebagai salah satu sutradara horor paling menarik di eranya, era menerangkan teror disturbing bisa ditampilkan di bawah terik matahari siang bolong, sembari menuturkan soal berakhirnya korelasi romansa.
16. SWING KIDS
Sampai sekarang aku masih dibentuk merinding tiap terngiang adegan Modern Love saat Do Kyung-soo dan Park Hye-soo menarik secara beriringan. Konklusi menyesakkannya pun takkan gampang dihapus dari ingatan.
15. SPIDER-MAN: FAR FROM HOME
Kurang puas atas Homecoming, sekuelnya tampil jauh lebih baik (khususnya dari segi aksi), memaparkan dunia pasca Avengers: Endgame sambil tetap meletakkan fokus pada proses tumbuh kembang Peter Parker sebagai cukup umur.
14. FROZEN 2
Masih indah, imajinatif, juga semakin berpengaruh menuturkan wacana empowerment yang tidak “buta” (meski gugusan lagunya agak lebih lemah). Pun siapa tidak terpukau melihat sosok gres Elsa?
13. DARK WATERS
Banyak film mengangkat berita lingkungan, tapi Dark Waters masuk dalam sedikit di antaranya, yang mampu benar-benar menampar sebab terasa begitu bersahabat, sehingga menciptakan penonton mengecek ada berapa benda dari teflon di rumah mereka.
12. KIM JI-YOUNG, BORN 1982
Film kontroversial selaku pembiasaan novel yang juga kontroversial ini mungkin film Korea Selatan paling penting dalam beberapa tahun terakhir, apalagi bila anda tahu betapa parahnya seksisme dan patriarki di negara itu.
11. FRIEND ZONE
Komedi romantis asal Thailand ini akan membuatmu tertawa kemudian jatuh cinta bersama dan kepada dua abjad utamanya. Ketika genre itu mati suri di Hollywood dan produksi Indonesia masih terjebak kalimat-kalimat puitis, Thailand menjadi salah satu jagoannya.
10. US
Sebagaimana Get Out, karya teranyar Jordan Peele ini tidak saja menegangkan, mengerikan, dan kental kritik sosial, pula sangat memorable, dan sanggup memancing diskusi-diskusi mengenai ragam elemen di dalamnya, bahkan jauh seusai filmnya rilis.
9. FORD V FERRARI
James Mangold sedikit menghembuskan napas western kesukaannya ke dalam film bertema balap mobil, untuk membuat pacuan berintensitas tinggi selama dua setengah jam, sekaligus memberi kesempatan Christian Bale memamerkan salah satu performa terbaiknya dalam beberapa waktu terakhir.
8. EXIT
Saya datang demi Yoona, lalu pulang dengan mendapatkan jauh lebih banyak. Selama 2019, Exit merupakan film yang paling berhasil meleburkan semua senjata tontonan arus utama Korea Selatan: agresi seru nan menegangkan, humor, elemen keluarga hangat, romantisme, serta protagonis yang gampang disukai.
7. ONCE UPON A TIME IN HOLLYWOOD
Quentin Tarantino sedikit mengerem kegilaannya tanpa mengendurkan kreativitias, dikala sekali lagi mereka ulang sejarah memakai versinya sendiri, yang di luar dugaan menghasilkan konklusi berupa surat cinta menyentuh. Brad Pitt dan Leonardo DiCaprio membentuk dynamic duo terkuat selama 2019.
6. KNIVES OUT
Rian Johnson paham betul soal: a) elemen-elemen whodunit; dan b) cara bersenang-senang. Gabungkan keduanya, maka lahirlah proses investigasi pembunuhan yang biarpun intens, namun jauh dari kesan menakutkan, kecuali jika kita membicarakan info xenophobia yang terselip rapi di dalamnya.
5. MARRIAGE STORY
Noah Baumbach—dibantu akting dahsyat Adam Driver, Scarlett Johansson, dan Laura Dern—membahas tentang kompleksitas ijab kabul, memamerkan kelihaiannya mengaduk-aduk perasaan melalui kekuatan penulisan sekaligus pengadeganan, di mana aneka macam departemen teknis bersatu padu.
4. THE IRISHMAN
Apa masterpiece seorang Martin Scorsese? Mungkin jawabannya bakal bermacam-macam. Tapi The Irishman merupakan fase di mana sang sutradara legendaris menjadikan proses produksi film layaknya wahana bermain, menumpahkan segala keahlian yang telah dipupuknya selama berkarir lebih dari setengah era.
3. JOKER
Salah satu film yang paling banyak diperbincangkan tahun ini. Todd Phillips mengeksplorasi konflik psikologis rumit, lalu memantik reaksi emosi yang tidak pernah aku bayangkan mampu muncul seusai menonton film: terenyuh, duka, sembari tersenyum menahan geli. Entah mengapa. Mungkin performa Joaquin Phoenix sekuat itu dalam menyalurkan rasa.
2. AVENGERS: ENDGAME
Penantian satu dekade lebih terbayar lunas, dan mimpi masa kecil saya—yang sebelumnya tidak pernah aku kira akan terwujud—menyaksikan semua satria dalam satu sekeun aksi raksasa diwujudkan. Marvel memantapkan pakem yang mengubah industri blockbuster dunia secara sempurna.
1. PARASITE
Entah berapa film sudah ditonton seumur hidup, tapi melalui Parasite, Bong Joon-ho, baik sebagai penulis naskah maupun sutradara, selalu berhasil mengejutkan di tiap menitnya, lewat beragam pencapaian-pencapaian tak terkira. Semakin andal mengingat 2019 yaitu tahun di mana jajaran maestro seperti Tarantino dan Scorsese merilis karya. Parasite menegaskan betapa selalu ada hal gres yang bisa memukau penonton.


Post a Comment
Post a Comment