Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Metamorphosis (2019)

Setan dapat menyerupai manusia, memecah belah, kemudian membawa kegelapan yang menciptakan insan bertindak layaknya setan. Metamorphosis memberikan gagasan tersebut lewat cara kelam nan kejam, yang seringkali mencengangkan walau pada secara umum dikuasai kesempatan, film arahan sutradara Kim Hong-sun (Traffickers, Broker) ini berkutat dalam keklisean elemen-elemen horor bertema eksorsisme.

Pengusiran setan, gerakan akrobatik ketika dirasuki setan, pendeta dengan krisis kepercayaan. Metamorphosis punya semua ciri formulaik tersebut, yang bahkan sudah dimunculkan sedari adegan pembuka, masa ritual eksorsisme yang dilakukan Joong-soo (Bae Sung-woo) berujung kegagalan dan memakan korban. Seorang gadis sampaumur tewas mengenaskan. Sejak itu reputasi Joong-soo tercoreng, dan trauma membuatnya berhenti melaksanakan eksorsisme.

Keluarga sang pendeta turut kena batunya. Kakak Joong-soo, Gang-goo (Sung Dong-il), beserta istri dan tiga anaknya, terpaksa pindah rumah. Anak-anak Gang-goo menerima ejekan di sekolah balasan kegagalan sang paman. Tapi baru sehari, kecacatan mulai terjadi. Mayat kucing yang dikuliti, hingga suara-bunyi abnormal dari rumah tetangga misterius di malam hari. Puncaknya ketika setan mulai menggandakan sosok satu demi satu anggota keluarga untuk melaksanakan hal-hal mengerikan.

Ketimbang pemandangan yang jamak ditemui di horor rumah berhantu dan/atau eksorisme seperti penampakan atau korban kesurupan berjalan sambil kayang, premis shapeshifter yang diusung Metamorphosis membuat bentuk teror lebih segar. Belum lagi, gangguan si setan peniru terhadap keluarga korban cukup mengerikan. Filmnya bermain-main dengan simbol kasih sayang orang renta pada anak. Kecupan hangat ayah pada anak perempuan sebelum tidur diubah jadi perversi, sementara alih-alih cinta, sang ibu memasak dibarengi kegilaan. Orang tua selaku figur pelindung dijadikan sumber teror. Zona nyaman dan rasa kondusif anak-anak mereka pun lenyap.

Metamorphosis juga bukan horor yang ragu-ragu mengumbar kekerasan. Dibantu tata efek Istimewa praktikal yang mumpuni, Kim Hong-sun mampu memvisualkan pemandangan menyeramkan nan menjijikkan bak neraka. Salah satunya ketika Gang-goo menyambangi rumah si tetangga misterius, kemudian mendapati setumpuk bangkai binatang dalam kondisi mengenaskan. Organ tubuh berserakan, darah bukan cuma mengalir, bahkan sempat menghujani ruangan.

Menjembatani momen-momen gruesome tersebut yakni jalinan alur termasuk misteri dan paparan mengenai krisis iman yang terlampau familiar, tanpa dibarengi modifikasi atau penelusuran mendalam. Rasanya seperti menyaksikan pertunjukan sulap yang trik, hasil, maupun presentasinya sudah kita hafal betul, sehingga ketertarikan untuk menaruh perhatian pun tak begitu tinggi.

Tapi kembali lagi, walau secara kesatuan utuh kurang mengikat, Metamorphosis punya beberapa momen-momen terpisah yang solid urusan meneror. Hong-sun cukup cerdik membungkus jump scare melalui perpaduan timing serta gerak kamera tak terduga, yang efektif memberi daya kejut. Pun sebuah sekuen menegangkan bisa beliau lahirkan, sewaktu modus operandi shapeshifting sang hantu mulai mengancam nyawa karakternya. Sayang, pencapaian itu gagal diulangi saat mengeksekusi titik puncak draggy yang berlarut-larut, walau telah diawali kejutan dan shock value.

Ya, shock value. Itulah senjata lain Metamorphosis guna mengatasi alur formulaiknya. Suatu keputusan mencengangkan diambil naskahnya untuk menekankan peristiwa yang menimpa para protagonis, sekaligus memberikan bahwa sang setan tidak main-main. Ketidakberdayaan Gang-goo sekeluarga diperkuat, sampai mencapai titik di mana penonton mungkin juga akan mencicipi ketiadaan keinginan, alasannya di film ini, tidak ada satu figur pun yang sepenuhnya bisa dijadikan sumber keinginan.


Available on KLIK FILM

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter